Home » » Uang Palsu Marak Beredar di Solsel

Uang Palsu Marak Beredar di Solsel

Written By Unknown on Sunday, 17 March 2013 | 16:01

INILAH.COM, Solsel - Uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu menyebar di tengah-tengah masyarakat Solok Selatan.

Nampaknya, pedagang kaki lima di perkampungan menjadi targetnya. Seperti yang dialami, Mak Nur (50), warga Sungai Landeh, Kecamatan Sangir, mendapatkan pecahan uang palsu nominal Rp50 ribu.

"Hari itu (Kamis, 14 Maret 2013), ada orang singgah di kedai ini. Ia membeli makanan dan membayarnya dengan uang palsu ini," ujar Mak Nur sambil memperlihatkan uang palsu itu, Minggu (17/3/2013).

Uang palsu nominal Rp50 ribu tersebut memiliki sejumlah perbedaan jika dibandingkan dengan uang aslinya. Ciri-cirinya, lembaran uangnya agak kecil dibandingkan dengan uang yang asli. Bahannya jika dikeriputkan akan serasa tisu. Bila diterawang, maka uang itu tidak memiliki gambar pahlawan. Garis benang pembatas tidak bisa diterawang dari lembar sebelahnya.

"Saya awalnya sudah curiga. Masa uangnya lusuah dan seperti memegang tisu. Namun ternyata setelah dikasih tahu kepada beberapa pemuda yang sedang berbelanja di sini, mereka menyatakan uang tersebut memang uang palsu," ujarnya kecewa.

Ketika dikonfirmasikan ke beberapa relasi Haluan di kecamatan lain, ternyata di daerah mereka juga ditemukan uang palsu tersebut. Nampaknya, yang menjadi target pelaku pengedar uang palsu adalah perkampungan dan pasar tradisional. Uang palsu yang diedarkan ke masyarakat, mulai dari pecahan Rp20 ribu, Rp50 ribu, hingga Rp100 ribu.

Maraknya uang palsu di Solok Selatan, membuat para pedagang mengeluh. Uang palsu tersebut, telah meresahkan warga sejak dua minggu lalu. Hingga kini, belum diketahui pelaku pengedar uang palsu tersebut. Erni (32), seorang pedagang sayur di pasar tradisional Padang Aro juga mengaku mendapatkan uang palsu Rp50 ribu, saat warga membeli barang dagangannya.

Sedangkan Syaharudin (73), warga Durian Tanjak, mengetahui adanya uang palsu saat hendak menabung di bank. Ia diberitahu oleh karyawan salah satu bank di Solsel bahwa uang yang akan disimpannya itu palsu. "Kata karyawan bank, uang ini palsu Pak," ujar Syahruddin menirukan petugas bank tersebut.

Syahrudin yang dalam kesehariannya berdagang tempe, berharap agar pedagang dan siapa saja, berhati-hati menerima uang di pasar. Agar tidak mengalami nasib yang sama dengannya. "Dagangan habis, kita rugi," ingat pedagang Pasar Padang Aro itu.

Di Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, juga beredar uang palsu. Wirna (38), pedagang beras, juga mendapatkan uang palsu nominal Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Uang palsu itu, kata Wirna, diterima dari pengunjung pasar.

"Awalnya saya tidak tahu bahwa uang saya palsu. Saat saya hendak membeli kelapa, kata pemilik kelapa, uang saya palsu," ucapnya.

Kapolres Solok Selatan AKBP Djoko Trisulo melalui Kapolsek Sangir AKP Indra Junaidi saat dihubungi menyebutkan, aparat kepolisian belum menerima laporan dari warga, soal beredarnya uang palsu di pasar Padang Aro Sangir. Jika sudah ada yang melapor, ia segera akan menyelidiki pelakunya.

"Asal uang palsu itu dari mana dan jaringan mana, siapa sindikatnya, kami belum tahu," tegas AKP Indra Junaidi.

Namun, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan di lapangan, untuk menyelidiki beredarnya uang palsu itu di pasar tradisional Padang Aro. Jika tertangkap, maka palaku pengedar uang palsu dinilai melanggar Pasal 36 Ayat 3 Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP. [gus]

18 Mar, 2013


-
Source: http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1968649/uang-palsu-marak-beredar-di-solsel
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger