Home » » Pacaran Menurut Islam

Pacaran Menurut Islam

Written By Unknown on Saturday, 16 March 2013 | 16:53

PACARAN MENURUT ISLAM

Penulis: Ahmad Syukur

Islam adalah agama yang sempurna. Islam sangat menghargai orang-orang yang senantiasa menjalin silaturrahmi. Ada banyak cara dan jalan yang dapat dilakukan. Diantaranya, melalui suatu grup-grup persahabatan, organisasi, pernikahan,DLL. Apalagi melihat keadaan saat ini dimana kita sedang berada pada zaman moderen, zaman globalisasi. Kita bisa saling kntak dengan orang-orang yang jauh melalui alat-alat elektronik. Seperti, Handphone,telephone,laptop,DSB. Namun kita juga tidak bisa pungkiri bahwa diantara anyaknya jalan dan cara tersebut, kita tidak menyadari bahwa diri kita telah melakukan sesuatu yang mungkin menurut kita biasa-biasa saja. Tapi ternyata kenyataanya kita telah melenceng dai aturan-aturan agama kita.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa adanya alat-alat elektronik yang dilengkapi jejaring sosial seperti facebook,Twitter,DLL. Yang mempermudah seseorang untuk saling mengetahui status, riwayat hidup, saling kirim foto,dsb. Yang membuat seseorang saling kagum-mengagumi yang kemudian mereka wujudkan dalam bentuk pacaran, "berhubungan tanpa adanya ikatan nikah". Nah, inilah yang menjadi topik permasalahan kita pada kesempatan ini. Mengapa tidak ada pacaran dalam islam?

Kata pacaran adalah hal yang tidak asing lagi ditelinga kita. Pacaran sudah menjadi hal yang pokok bagi para pemuda pemuda moderen. Tak jarang kita melihat orang berdua-duaan yang ternyata belum ada ikatan nikah diantara mereka. Mulai dari para pengusaha,para pekerja kantoran,mahasiswa,anak sma,smp,bahkan anak sekolah dasar yang masih tergolong anak ingusan pun tak mau kalah. Mereka menganggap diri mereka "nggak gaul" kalau nggak punya pacar. Ini pulalah yang membuat kita sebagai kaum musimin mundur dan terpojok. Kita tidak istiqamah pada syari'at yang telah ditetapkan oleh agama kita. Kita mudah terpengaruh dengan orang lain. Kita mudah dipengarhi oleh perbatan orang-orang barat yang tidak sesuai dengan aturan agama kita.

Untuk itulah, pada kesempatan ini penulis ingin mengutarakan hal-hal yang menjadi dasar dilarangnya Pacaran dalam islam. Dan kita juga perlu ketahui bahwa ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Ada ulama yang melarag, dan ada pula yang membolehkan selagi kita mampu memperhatikan batas-batas kebolehan-nya. Namun, kami hanya akan fokus mengutarakan pendapat ulama yang melarang.

Ada beberapa alasan sehingga para ulama melarang pacaran dalam slam. Diantaranya;

1. Pacaran itu medekati perbuatan maksiat.

Untuk alasan yang pertama ini, kami aka mengambil dasar dalam al-Qur'an, yaitu:

لاتقرب الزنا

"janganlah mendekati zina"

Kata "mendekati" pada ayat tersebut mempunyai magsud bahwa sesuatu itu belum dilakukan namun sifatnya mendekati (akan).

Nah, berdasarkanpengetahuan yang kami dapatkan dibeberapa artikel, para ulama memberikan penjelasan bahwa suatu perbuatan yang mendekati perbuatan haram, maka perbuatan itupun hukumnya haram.

Maka, disinilah kami menyimpulkan bahwa pacaran yang kita kenal saat ini hukumnya dilarang oleh agama(haram).

Contohnya, sebagaimana yang sering kia lihat dan dengar dari beberapa media. Banyak masyarakat,khususnya para pemuda yang berhubungan atau berbuat sesuatu yang tidak sewajarnya mereka lakukan. Yang mungkin pada awalnya mereka hanya melakukan pertemuan yang biasa-biasa saja, namun karena iman yang lemah akhirnya mereka terjerumus melakukan hal-hal maksiat.

Inilah yang menjadi bukti dari alasan kami sehingga mengambil dasar dari potongan ayat tersebut.

2. Pacaran itu bisa memutus tali silaturrahmi.

Kemudian, alasan kami selanjutnya kami ambil dari pengalaman kami sendiri. Yaitu pacaran dapat memutus tali silaturrahmi.

Pada saat berpacaran, kita mungkin inginnya selalu berbuat sesuatu yang lebih untuk pasangan kita, bahkan janji-janji gombal sering keluar dari mulut kita untuk menyenangkan pasangan. Misalnya, "sayang, aku mencintaimu sehidup semati" atau "aku tak bisa hidup tanpamu". Nah, karena kata-kata inilah pasangan anda akan tersanjung-sanjung mendengarnya. Sehingga menyerahkan seluruh kepercayaanya sepenuhnya kepada anda. Tapi pada saat tiba aat anda dan pasangan anda merasa sudah tidak cocok lagi lalu kemudian putus. Maka otomatis akan timbul rasa sakit dan penyesalan diantara anda. Yang kemungkinan menyebabkan timbulnya rasa beni yang sangat mendalam. Silaturrahmi pun terputus. Bisa saja kan separti itu?

Jadi, jelaslah kedua alasan ini sangat masuk akal. Anda mau terima atau tidak, semuanya terserah anda. Yang terpenting bagi kami selaku penulis sudah mengutarakan hal-hal yang menjadi alasan pokok dilarangnya pacaran dalam islam.

Akhirnya, lebih dan kurangnya kami memohon maaf. karena kami menyadari bahwa kebenaran hanyalah milik Allah. Kami hanyalah hamba Allah yang dha'if. Penuh dengan kekurangan.

Wallahu a'lam bisshawab

You'All Are Thefutureleaderofislam

#Islam always in our heart.

Wassalam………

Sengkang, 2 Maret 2013

Penulis,

Ahmad syukur

Np Dewanti 17 Mar, 2013


-
Source: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/03/17/pacaran-menurut-islam-542957.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger