Home » » Naik Honda Beli Odol

Naik Honda Beli Odol

Written By Unknown on Saturday, 16 March 2013 | 16:53

Tahun 80-an di Bandung beberapa orang masih sering mengucapkan prasa naik honda untuk mengatakan ungkapan mengendarai sepeda motor. Semua mafhum, Honda adalah salah satu merek dagang produk otomotif selain Yamaha dan Suzuki yang juga merek mainstream produk otomotif kala itu. Tapi rupanya Honda sudah lebih dahulu merebut hati warga Bandung. Sehingga ketika bepergian dengan Suzuki RC80 Jetcooled sekalipun —yang ngetop di era 80 an, sebagian orang Bandung selalu bilang naik honda.

Sekarang, ungkapan naik honda sudah sangat jarang diucapkan orang. Bahkan mungkin sudah tidak ada lagi. Sosialisasi merek produk yang amat gencar oleh ketiga merek mainstream tersebut, membuat orang bisa membedakan antara merek dagang dengan jenis produk.

Tapi apakah sudah semafhum naik honda ungkapan kita manakala mengatakan jenis produk yang lain. Ternyata masih cukup banyak kesalahkaprahan yang sama seperti naik honda itu, juga menimpa produk lainnya. Hampir semua orang mengucapkan kata odol untuk menunjuk kepada pasta gigi. Atau mengatakan sanyo sewaktu hendak menyebut pompa air. Tentu masih banyak pula yang mengatakan indomie ketika meminta dibelikan mi instan dalam kemasan. Semua adalah merek dagang, tetapi sudah terlanjur diucapkan orang untuk menyebut nama suatu produk.

Di Kompasiana (Agustus 2011) dimuat artikel mengenai Odol oleh Gustaaf Kusno. Di artikel ini saya membedakan tulisan kata Odol dengan huruf kapital di awal kata untuk menunjuk kata itu sebagai merek dagang produk pasta gigi. Bukan odol sebagaimana kesalahkaprahan kita selama ini.

Penulis di kompasiana.com membeberkan bahwa odol yang kita maksudkan selama ini adalah merek dagang pasta gigi Odol yang amat tersohor di zaman dahulu. Termasuk di Tanah Air kita yang kala itu masih di bawah penjajahan Belanda. Pasta gigi Odol mampu menggeser pemakaian tumbukan batu-bata dan bubuk buah pinang (areca nut) yang waktu itu masih banyak digunakan penduduk untuk menggosok gigi.

Namun sama seperti istilah-istilah bahasa Belanda lainnya, masyarakat kesulitan mengucapkan kata tandpasta (tand = gigi) ini. Alhasil, diambillah jalan termudah dengan menyebut nama merek dagangnya, yaitu Odol.

Masih dari Kompasiana, pada iklan zaman baheula pasta gigi Odol ini ditampilkan gambar kemasan Odol dengan tulisan Mooie Tanden di salah satu sisi wadahnya yang bermakna gigi geligi yang indah, sedangkan di sisi lain kemasan bertuliskan zahnpasta yang merupakan kata bahasa Jerman dengan makna yang sama. Nampaknya Odol diproduksi di Jerman.

Kini merek dagang Odol sudah tidak beredar lagi di negeri kita. Di negara asalnya, Odol hingga saat ini masih tetap eksis. Bahkan Odol juga dipasarkan di kawasan negara-negara Eropa seperti Ceko, Hungaria, Belanda, dan lainnya. Odol sudah puluhan tahun hilang dari peredaran di negeri kita, namun merek dagang ini meninggalkan warisan yaitu kata odol untuk menyebut pasta gigi.

Selain Odol, Sanyo, dan Indomie, masih beberapa lagi merek dagang yang sudah melekat untuk produk tertentu. Kita masih sering mengucapkan aqua untuk produk air mineral kemasan, infocus untuk multimedia projector, dan tip-eks untuk correction fluid yang merek dagangnya adalah Tipp-Ex.

Dahulu ada produk huruf gosok dengan nama Rugos. Sebelum pengolah kata dan pengolah grafis dengan komputer dikenal seperti sekarang ini, orang mendesain sampul kertas kerja dengan huruf gosok. Mungkin karena merek dagang Rugos yang pertamakali mengenalkan produknya sehingga rugos digunakan orang untuk menyebut produk huruf gosok.

Begitupun produk pengilap logam dengan merek Brasso. Untuk yang ini, Brasso malah sudah menjadi kata kerja aktivitas mengilapkan logam. Orang sering mengatakan, "Dibrasso aja supaya mengilap."

Sebuah merek dagang memang akan melekat mengasosiasi sebuah produk jika muncul sebagai merek dagang pertamakali yang dikenal orang. Selain itu, merek akan melekat pula jika produsen berhasil menanamkan citra produknya lewat iklan yang terus-menerus.

Tetapi yang sudah terlanjur seperti produk pasta gigi dengan merek dagang Odol itu, biarlah ia menjadi bahasa sehari-hari. Sebab akan lebih nyaman menyebut merek dagang tertentu daripada mengatakan, "Tolong ke warung beli pasta gigi, pasta gigi gua sudah habis nih. Jangan lupa beli pengilap logam, mi instan, dan air mineral kemasan, ya. Oh ya, itu multimedia projector yang di gudang dibawa ke reparasi. Satu lagi sebelum lupa, correction fluid yang lo punya masih ada, ya? Gua mau minta dikit…."

Np Dewanti 17 Mar, 2013


-
Source: http://bahasa.kompasiana.com/2013/03/17/naik-honda-beli-odol-542956.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger