Home » » 25% Remaja Kota Cirebon Lakukan Hubungan Seks

25% Remaja Kota Cirebon Lakukan Hubungan Seks

Written By Unknown on Tuesday, 19 March 2013 | 17:32

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

INILAH, Cirebon - Saat ini, perilaku remaja di wilayah Kota Cirebon dinilai sudah memasuki tingkat mencemaskan. Terdata, sekitar 25% remaja berhubungan seks di luar pernikahan dari hasil survei tim konseling kesehatan reproduksi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, di tiga rukun warga (RW) di sebuah kelurahan. Data tersebut belum tak termasuk remaja yang menutup-nutupi dan tidak mengaku.

Dr Junny Setyawati, Konselor Kesehatan Reproduksimenyampaikan, meski belum mampu mewakili remaja di seluruh wilayah Kota Cirebon, data tersebut termasuk situasi yang mencemaskan, dan akibatnya sekitar 540 orang, termasuk di dalamnya remaja di Kota Cirebon mengidap HIV/AIDS.

"Kecemasan itu hadir dari beberapa sikap berisiko seperti penyalahgunaan obat, seks bebas, geng motor, dan lainnya," katanya saat menyampaikan materi tentang 'Pencegahan Narkotika dan Seks Bebas' di Gedung Negara, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa (19/3/2013).

Keterkaitan ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang remaja, tidak menjamin remaja tersebut bersih dan jauh dari tindakan negatif atau perilaku tersebut.Menurut Junny, berdasarkan hasil survei timnya, tidak sedikit remaja yang memiliki pengetahuan baik, tapi berperilaku tidak baik atau bahkan buruk.

Sementara itu, Sriyanti, Konselor Psikologi Dinas Kesehatan Kota Cirebon menambahkan, perilaku negatif remaja yang sangat berisiko itu, harus segera diatasi dan mendapat perhatian khusus.Pihak penyelenggara pendidikan, sekolah dan keluarga, khususnya ke dua orang tua, lanjut Sriyanti, harus mengetahui kondisi perilaku anak mereka.

"Apabila hal ini dibiarkan begitu saja, maka lambat laun remaja kita akan mengalami krisis perilaku," katanya.

Selain mengadakan layanan konseling gratis, hasil data dari layanan tersebut tidak dapat menggeneralisasi nasib keseluruhan remaja di Kota Cirebon.Sriyanti menyebutkan, salah satu solusi perilaku negatif yang berisiko itu adalah dengan rehabilitasi.

Menurutnya, rehabilitasi dapat mengakibatkan siswa absen sekolah selama rentang waktu tertentu. Namun, keberadaan rehabilitasi dimaksudkan agar tak menjadi bumerang ke arah krisis perilaku.Keberadaan pos bantuan hukum harus lebih dioptimalkan kembali. Mereka berwenang untuk menangani para remaja yang dihadapkan ke meja hijau karena perilaku berisiko tersebut.

Para remaja itu, biasanya yang bersentuhan dengan konsumsi obat-obatan terlarang, dan juga terlibat tawuran antargeng motor atau antarsekolah.Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota IptuOman Suparman menyampaikan, dalam upaya peredaman seks bebas, kepolisian rutin melakukan razia dan operasi ke beberapa tempat yang dicurigai biasa dijadikan tempat mesum dan sumber kenakalan remaja.

Kemudian, dalam hal mendidik, dia menyarankan agar sanksi tidak berbentuk kekerasan, tapi pembinaan rohani yang kontinu. "Lebih mengkhawatirkan apabila para remaja sudah memiliki sikap pendendam," tukasnya. [den]

20 Mar, 2013


-
Source: http://www.inilahkoran.com/read/detail/1969420/25-remaja-kota-cirebon-lakukan-hubungan-seks
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger