Home » » Pembalakan di Taman Nasional Kutai Ancam Kelangsungan Habitat Orang Utan

Pembalakan di Taman Nasional Kutai Ancam Kelangsungan Habitat Orang Utan

Written By Unknown on Sunday, 17 March 2013 | 17:03

Kutai Timur, - Hutan di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, merupakan salah satu habitat asli satwa orang utan jenis Morio di Kalimantan. Habitat hewan primata itu kian berpotensi terancam akibat aktivitas pembalakan liar.

"Akhir tahun lalu secara tidak sengaja menemukan aktivitas pembalakan liar cukup besar. Potensi ancaman mengganggu habitat selalu ada di TNK ini," kata Peneliti orang utan, Purwo Kuncoro, kepada media peserta 'Journalist Field Trip to Kutai National Park' saat berada di Guest House Prevab Mentoko TNK, Kutai Timur, Minggu (17/3/2013).

Purwo Kuncoro merupakan peneliti Kutai Orang Utan Project, hasil kerjasama Balai TNK Kementerian Kehutanan dengan salah satu universitas ternama di Eropa. Purwo yang mulai meneliti orang utan di TNK sejak 2010 lalu hingga saat ini, telah menemukan 40 individu orang utan, di mana perilaku 26 individu orang utan di antaranya berhasil diamati.

"Sejak memulai penelitian di 2010 lalu hingga saat ini, sudah menemui 40 individu orang utan di luas areal 500 hektar di hutan sekunder, di mana 26 diantaranya berhasil diikuti dengan cara observasi pergerakan dari sarang ke sarang," ujar Purwo.

Menurut Purwo, musibah kebakaran hutan di TNK pada tahun 1997-1998 silam memiliki dampak serius bagi eksistensi habitat Orangutan di Kalimantan Timur.

"Kebakaran hutan di TNK tahun 1997-1998 lalu sangat mengancam kelangsungan orangutan, di mana luasan yang terbakar hampir 90 persen di habitat orangutan yang ada di TNK," ujar Purwo.

"Habitat terbesar di dunia adalah orang utan Morio Kalimantan, di mana lokasi penelitian yang kami lakukan di Mentoko, di hulu Sungai Sangata. Kami memilih orang utan Morio karena orang utan Kaltim, habitatnya salah satu paling ekstrim karena masih memiliki hutan primer yang tidak pernah dijamah manusia," tambahnya.

Diterangkan dia, dari penelitian ini telah ditemukan 40 individu orang utan, semuanya dalam keadaan sehat. Orang utan tertua dalam temuan itu diperkirakan berusia 50-60 tahun.

"Semua orang utan yang kami temui di areal Prevab Mentoko ini, dalam keadaan sehat. Orang utan yang kami ikuti memiliki jalur tradisional, juga orang utan itu tidak bisa tinggal bersama-sama antar individu satu dengan lainnya," ungkapnya.

"Hewan primata orang utan ini, tidak mampu menghidupi 2 anak dalam 1 sarang. Dari umur 4-5 tahun, anak orang utan sudah lepas dari gendongan induknya. Bahkan orang utan kalau dipasangi kalung sebagai penanda, pasti dilepas. Dia terlalu pintar untuk melepasnya (kalung dileher)," jelasnya.

Terpisah, Kepala Balai TNK Erli Sukrismanto menambahkan, dari berbagai penelitian orang utan di TNK, diperkirakan satwa orang utan yang ada di TNK mencapai 1.500 individu, baik yang memang berada di TNK maupun hasil relokasi dari wilayah lainnya.

"Luasan di TNK dalam kondisi rusak sekitar 25 ribu hektar dari total luasan TNK 198.629 hektar. Itu cukup mengancam habitat fauna termasuk primata Orangutan. Sudah saatnya semua pihak, komitmen menjaga kelangsungan flora dan fauna di TNK ini, tidak hanya lisan. Melainkan upaya nyata di tengah ancaman aktivitas pembalakan liar yang masih terjadi di TNK," tutupnya.

(fjp/vid)

Foto Video Terkait

  • Massa COP Tuntut Pasar Burung Pramuka Ditutup.
  • Seperti Manusia, "Orang Utan" Juga Minta Keadilan.
  • Polisi Tunjukan Tersangka Pembunuh Orang Utan.
  • 'Orang Utan' Demo Kedubes Malaysia.
  • 6 Orangutan Dilepas di Hutan Seruyan.

18 Mar, 2013


-
Source: http://news.detik.com/read/2013/03/18/054229/2196315/10/pembalakan-di-taman-nasional-kutai-ancam-kelangsungan-habitat-orang-utan
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger