Home » » Jangan Ragu Cut Loss

Jangan Ragu Cut Loss

Written By Unknown on Saturday, 16 March 2013 | 17:03

INILAH.COM, Garut - Sebagai investor bursa saham dengan tipe trader, Bang Ian, panggilan di kalangan investor saham ini memiliki dua jurus utama, yakni cut loss dan switch.

Dengan dua jurus atau cara tersebut, dapat meminimalisir kerugian di pasar saham. Cut loss dilakukan Bang Ian kalau gerakan harga saham tidak mencapai target. Jurus berikutnya adalah switch (pindah) ke saham lain yang sedang reli atau naik.

"Kalau saham sudah tidak dapat mencapai target ya cut loss saja meskipun baru untung sekian persen. Kalau besoknya naik lagi, ya namanya bukan rejeki," katanya saat melakukan presentasi dalam Capital Market Outlook di Garut, akhir pekan lalu.

Dalam melakukan trading saham, kenyamanan menjadi modal utama. Artinya membeli saham murah belum tentu memberikan rasa nyaman dan nyenyak tidur. Karena masih khawatir dengan kinerja emiten tersebut atau saham dari emiten yang merugi. Keputusan mengambil portofolio saham harus senyaman mungkin. Bila membeli saham hingga 50% dari total dana merasa terlalu besar, maka harus dikurangi sampai merasa nyaman.

"Demikian juga untuk pemula, jangan terlalu banyak saham yang menjadi portofolionya, cukup tiga atau dua saham saja tetapi bisa lebih nyaman. Persentasenya pun jangan terlalu besar, tetapi nanti kalau sudah menguasai seluk-beluk pasar saham bisa lebih besar," katanya.

Bagi sebagian investor saham, nama Irwan Ariston Napitupulu memang tidak asing lagi. Bang Ian mengelola milis (mailing list) tentang saham dengan anggota mencapai lebih dari 10 ribu orang.

Lulusan pascasarjana Cleveland State University, Ohio ini juga aktif bertukar informasi soal saham di twitter.

Pada 2016, Bang Ian berencana pensiun dengan aset mendekati Rp1 triliun. Dengan strateginya, portofolionya bisa meraup untung leih dari 100 persen setiap tahun.

Namun secara teori, Bang Ian menggunakan manajemen keuangan sebagai acuan dalam mengoleksi saham. Maksudnya cara mengatur alokasi dana agar mencapai tingkat keuntungan maksimul dengan batasan risiko yang dapat diterima.

Alasannya, bagi seorang trader independen, harga saham pada dasarnya bergerak acak atau random, sehingga tidak dapat dipastikan pergerakannya saham di masa mendatang.

Bahkan dari catatan Bang Ian, kesuksesan trading, 65 persen karena manajemen keuangan dan 35% karena analisa teknikal.

Baginya, tidak terlalu penting memperhatikan pergerakan IHSG, karena ia lebih fokus pada saham. Beberapa strategi trading-nya adalah disiplin terhadap sinyal grafik, serta disiplin cut loss. Selain itu, jangan ragu untuk switching atau pindah dari saham yang lelet atau sedang rugi ke saham yang sedang reli.

"Yakin saja dulu, jangan takut salah, jangan takut rugi, jangan terlalu banyak berpikir. Berani bikin target tinggi untuk kinerja portofolio," katanya.

17 Mar, 2013


-
Source: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1968197/jangan-ragu-cut-loss
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger