Home » » HARGA BAWANG

HARGA BAWANG

Written By Unknown on Sunday, 17 March 2013 | 15:50

Mengingat bawang merupakan bumbu utama setiap masakan, tak ayal lagi melambungnya harga bawang sangat memberatkan masyarakat, utamanya 'wong cilik'. Membubungnya  harga bawang sudah pasti menjadi beban juga bagi usaha warung Tegal dan warung makan kaki lima, yang kebanyakan bermodal kecil. Pengusaha kecil warung makan itu tidak bisa berbuat apa pun kecuali hanya menjerit dalam menghadapi kenaikan harga bawang yang berpotensi membangkrutkan usahanya.

Jeritan 'wong cilik' dan pengusaha kecil warung makan rupanya tidak begitu menggetarkan nurani pemerintah untuk segera menggambil langkah sigap menurunkan harga bawang, kecuali hanya berwacana saja. Presiden SBY memang sudah merespons melambungnya harga bawang, namun solusi yang ditawarkan SBY baru bisa diperoleh dua pekan ke depan. Setali tiga uang, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga baru akan duduk dengan Menteri Pertanian untuk membahas langkah-langkah yang akan ditempuh. Sementara, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menekankan perlunya tambahan impor untuk menjaga kecukupan pasokan, mengingat pasokan bawang lokal hanya mencapai  5% dari total kebutuhan.

Impor. Selalu kata itu menjadi pemecah masalah kekurangan apapun di negeri ini. Lagi-lagi Pemerintah hanya mencari gampangnya saja dalam mengatasi termasuk mengatasi  kenaikan harga bawang dengan kebijakan memperbesar impor. Hampir tidak ada upaya lainnya yang bisa menjamin bahwa melambungnya harga bawang tidak terulang kembali. Dalam jangka pendek,  memang membuka keran impor lebar-lebar akan dapat menurunkan harga bawang di dalam negeri. Namun, dalam jangka panjang impor bawang yang berulang-ulang akan membahayakan bagi kehidupan rakyat di negeri ini.

Pertama, kebiasaan menggunakan kebijakan impor yang berulang-ulang akan menjadi 'candu' bagi Pemerintah. Setiap terjadi kenaikan harga apapun kebutuhan, pemerintah serta-merta akan memperbesar impor, bahkan pada saat panen pun impor juga dilakukan. Kedua candu impor secara pelan tapi pasti akan membinasakan usaha petani termasuk petani bawang, lantaran harga impor bawang bisa mencapai di bawah biaya produksi di tingkat petani. Dampaknya, petani enggan untuk menanam bawang karena harus merugi. Tidak mengherankan kalau pasokan bawang lokal hanya mencapai 5% saja. Ketiga, pada saat harga bawang atau apapun yang lain yang kita impor besar-besaran dunia melambung tinggi, harga bawang dalam negeri turut membumbung tinggi lantaran tingkat ketergantungan candu impor sudah sangat tinggi.

Semestinya pemerintah juga mulai mencarikan solusi jangka panjang yang lebih sistemik untuk meningkatkan pasokan bawang lokal, sekaligus menurunkan ketergantungan impor. Kalau pemerintah hanya mengandalkan kebijakan impor saja, melambungnya harga bawang dan yang lain kebutuhan yang kita impor, akan terulang dan terulang kembali. Kita tidak bisa hanya berfikir solusi instan dalam menyelesaikan ini. Karena jita tidak bisa dihindari, setiap saat akan terulang. Dan ini akan  berpotensi  menyengsarakan kehidupan rakyat.

Poernamasyae 18 Mar, 2013


-
Source: http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/03/18/harga-bawang-543212.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger