Home » » Aku, Ibu, dan Sebuah Panggilan di Pagi hari: Inilah Alasan Mengapa Aku Tak Mengangap Remeh Mimpi

Aku, Ibu, dan Sebuah Panggilan di Pagi hari: Inilah Alasan Mengapa Aku Tak Mengangap Remeh Mimpi

Written By Unknown on Sunday, 17 March 2013 | 16:48

Empat hari yang lalu aku membuat sebuah tulisan(http://www.bangsatya.com/2013/03/bapak-ibu-aku-kangen.html) yang bercerita tentang kerinduanku pada kedua orang tuaku. Empat hari yang lalu aku mencurahkan segenap perasaan yang kruasakan saat itu ke dalam suatu tulisan. Empat hari yang lalu juga aku menitihkan air mata mengingat kesalahan-kesalahan yang telah ku perbuat pada kedua roang tuaku dan membayangkan ebtapa merindunya saudara-saudaraku yang telah ditinggal ayahnya. Empat hari yang lalu tak ada prasangka akan terjadi hal seperti ini, ya seperti ini. Kejadian yang membuatku semakin yakin akan dua hal, ikatan batin dan mimpi.

Aku bukanlah seorang yang menganggap remeh sebuah mimpi. Everything has a meaning. Itulah prinsip yang aku pegang. ENtah mimpi bagus atau buruk, pasti ada maksud dibalik semua itu. Semisal saja, aku bermimpi ketemu hantu dll hingga akhirnya harus mensholatkan jenazah, simple saja, itu adalah mimpi untuk membangunkanku agar aku tetap sholat isya karena memang waktu itu aku belum sholat isya. Ada lagi mimpi yang lumayan aku percayai hingga saat ini. Bila ada seorang wanita hadir di mimpiku, pastilah nanti dia akan jadi seorang yang dekat denganku..cie..haha, ngarep bet.

Percayakah kamu pada ikatan batin? Misalnya, ketika kamu merindu pada seseorang yang benar-benar berari untukmu bisa jadi orang yang sedang kamu rindukan itu secara tidak sadar tiba-tiba mengingatmu, who knows? Suatu hari ketika pelajaran ekonomi berlangsung, saat itu adalah saat di mana aku masih duduk di kelas X SMA. Guru ekonomiku bercerita tentang kedua anaknya, satu laki-laki dan satunya perempuan. Si laki-laki adalah seorang kakak yang dekat dengan adiknya. Mereka sangat dekat, akrab, sering kali mereka berbagi makanan, bila makanan si kakak tak habis, adiknya yang menghabiskan, bila makanan kakak tidak habis, adiknya yang menghabiskan, atau bagaimanapun itu, mereka dekat, begitulah cerita guruku. Suatu hari si adik begitu merindukan kakaknya hingga ia berteriak, "Kakakkkkk". Sontak guruku terkaget, dan mendatangi si adik tersebut. Tahukah kamu apa yang terjadi selanjutnya? Ada sms masuk ke inbox si adek. Dari seseorang yang biasa, tapi dengan isi yang tak biasa, kakaknya. "Ada apa dik?" Ada ikatan diantara keduanya….

Tiga hari berlalu sejak siang itu ketika aku mengirimkan surat kterangan masih kuliah ku beserta tulisanku tentang rasa rindu dan permintaan maaf pada kedua orang tuaku. Mungkin hari ini paket itu akan datang, pikirku. Tak ada pikiran bahwa pagi ini ibuku akan menelponku dan bertanya, "Sehat nak? Kamu enggak apa-apa kan?"
Aku menjawab seperti biasa,"Tidak apa-apa bu, kenapa bu?"
Aku kembali bertanya-tanya, apa yang membuat ibu menelponku pagi-pagi begini, begitu di luar kebiasaan. Biasanya bapak atau ibu menelponku ektika malam hari, bukan pagi gelap bertaburkan embun sejuk yang indah ini.
"Barusan ibu mimpi. Mas Yayak datang ke ibu, pake baju SMA, nangis, kayak habis jatuh"
Jleb…aku langsung teringat pada tulisan yang aku kirimkan. Dengan polos aku bertanya,
"Lho, iya ta bu?"
"Iya nak"
Entah mengapa, tiba-tiba telpon dari ibuku putus. Tak berselang lama barulah ibuku mengirim sms "ati-ati ngge le" yang artinya "hati-hati ya nak" disambung dengan percakapan singkat untuk mengucapkan hal yang sama menggunakan nomor bapakku. Saat itu aku makin yakin akan ikatan batin, ikatan ibu dan anak, keluarga. Mungkin suatu saat ketika kamu rindu pada orang tuamu, jauh di sana sebenarnya orang tuamu lebih merindu padamu. Mungkin ketika kamu sedang asik kuliah, tiba-tiba kamu teringat kedua orangtuamu, boleh jadi karena mereka sangat merindu padamu, who knows? Apa yang ku alami hari ini semakin menguatkan keyakinanku bahwa setiap mimpi punya arti dan mimpi ibuku kali ini adalah pertanda tentang isi tulisan yang aku kirim.

Love you mom. Love you dad.
Semoga kalian selalu mendapatkan kemudahan, kelancaran, kesuksesan, kesehatan, umur panjang, dan segala sesatu yang barokah.

Fajrin Marhaendra Bakti 18 Mar, 2013


-
Source: http://filsafat.kompasiana.com/2013/03/18/aku-ibu-dan-sebuah-panggilan-di-pagi-hari-inilah-alasan-mengapa-aku-tak-mengangap-remeh-mimpi-543735.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger