Home » » Ferguson: MU dan Arsenal Berpengalaman, City dan Chelsea Tidak

Ferguson: MU dan Arsenal Berpengalaman, City dan Chelsea Tidak

Written By Unknown on Sunday, 17 March 2013 | 16:21

TRIBUNNEWS.COM – Kegagalan Premier League mengirimkan wakilnya di perempat final Liga Champions musim ini dianggap sebagai kemunduran liga yang disebut terbaik di dunia tersebut. Maklum, kenyataan ini merupakan yang pertama kali sejak 17 tahun lalu. Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai persepakbolaan Inggris sedang mengalami masa surut.

Namun, pandangan tersebut dibantah mentah-mentah oleh manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. Pria yang sudah menghadirkan dua trofi Liga Champions untuk Manchester United tersebut justru tidak menyebut ada masalah berarti yang sedang dihadapi persepakbolaan Inggris. Keberhasilan Liverpool, Manchester United, dan Chelsea mengangkat Si Kuping Lebar membuktikan hal tersebut.

Berikut petikan wawancara dengan Sir Alex Ferguson, yang dikutip dari Mirror dan Sportinglife.

Q : Tidak ada satu pun wakil Premier League di babak perempat final. Apakah ini menjadi suatu tanda persepakbolaan Inggris mulai mengalami kemunduran?

Sir Alex: Anda tidak bisa menempatkan kami dalam satu keranjang jika konteksnya penurunan. Performa kami ketika melawan Real Madrid sangat luar biasa dan seharusnya bisa berada di delapan besar. Sayangnya hal itu tidak terjadi. Itu semua hanya siklus kecil. Kembali ke beberapa tahun sebelumnya, tim-tim Inggris berada di babak semi final dan final secara reguler. Pada saat ini tim-tim Jerman sedang mengalami kemajuan dan representasi Spanyol tetap seperti beberapa tahun silam. Mereka tampil stabil dan memang itu sesuai dengan kualitas materi pemain yang saat ini ada.

Q: Lalu adakah yang salah dengan persiapan klub-klub Inggris, karena seharusnya Man City dan Chelsea bisa menemani tim Anda ke babak knock out.

Sir Alex: Saya tak ingin menilai tim lain selain anak buahku sendiri. Secara persiapan saya pikir tak ada masalah karena sejak awal tim-tim itu sudah tahu mereka akan bekerja sangat keras di musim depan, apalagi bertempur di zona Liga Champions. Beberapa tanda persiapan sebenarnya juga tak masalah, karena hasil-hasil yang positif sejak masa persiapan. Di level kami, tak ada gunanya meratap karena kami memang kalah akibat kesalahan sendiri, meski secara teknik seharusnya tak ada kartu merah saat bersua Real Madrid.

Q: Apakah faktor pengalaman dan pelatih berkontribusi terhadap kegagalan, terutama tiga tim di luar United?

Sir Alex: Tentu saja. Karena bagaimanapun seorang arsitek harus memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman saat mengarungi turnamen yang punya kapasitas persaingan sangat ketat. United jelas punya itu, begitu juga dengan Arsenal. Sayang, Man City dan Chelsea mungkin saja kurang belajar dari apa yang seharusnya mereka persiapkan sejak dini. Sangat terlihat mereka masih gelagapan, terutama kala mendapat tekanan dan berada pada posisi terjepit, harus menang.

Q: Menurut Anda, bagaimana evaluasi yang ada pada diri United setelah kegagalan ini, apalagi Anda juga sudah menambah beberapa pemain berkualitas?

Sir Alex: Banyak hal, terutama karena tim yang kubawa sekarang adalah kombinasi barisan anak muda yang punya talenta luar biasa. Mereka harus merasakan kompetisi yang sesungguhnya, dan saya pikir itu berhasil. Mereka harus berani untuk keluar dari kandang, dan menghadapi tim-tim lawan dengan segmen pengalaman lebih banyak. Sisi negatifnya memang kami harus mengalami situasi tak seimbang ketika anak buahku harus berpikir keras untuk mengkreasi sesuatu. Tapi tunggu saja tahun depan, kami akan lebih baik lagi.

Q : Lawan United di babak 16 besar, Real Madrid, akan bertemu tim Turki, Galatasaray, di babak delapan besar. Sementara itu Borussia Dortmund menghadapi Malaga, Bayern Muenchen menghadapi Juventus, dan Barcelona menghadapi Paris Saint Germain. Bagaimana prediksi Anda?

Sir Alex: Saya harap Real Madrid bisa bermain baik, namun mereka tidak akan bisa mendapatkan wasit asal Turki. Mereka memiliki peluang namun ada empat tim lain di sana. Dortmund bisa menjadi kuda hitam, Bayern kuat, performa Barcelona saat melawan AC Milan sangat luar biasa. Masing-masing tim punya keistimewa tersendiri, dan hasil akhirnya akan sangat ketat. Madrid bisa saja dilihat akan dengan mudah melibas Galatasaray. Namun buatku, itu tak akan terjadi secara utuh dalam dua pertemuan. Bisa saja tim asal Turki itu mengejutkan, seperti yang mereka lakukan di Jerman, saat berlaga tandang. Faktor keberuntungan juga menjadi hal yang tak boleh dibuang begitu saja. Bayern dan Juventus punya pengalaman yang sama kuat, sehingga sangat menarik. Materi pemain di antara mereka juga berada di atas rata-rata dan banyak pilihan yang bisa diakomodir oleh kedua pelatih. Bayern memiliki aura Jerman yang terus memanas, sementara Juventus mewarisi pola Italia yang cenderung pelan namun pasti untuk menyulitkan lawan.

Q: Bagaimana dengan Malaga?

Sir Alex: Saya pikir langkah kejutan mereka akan berlanjut. Hal ini bukan tak berdasar. Motivasi dan spirit tinggi yang mereka perlihatkan sepanjang babak grup sampai knock out membuktikan itu. Mereka adalah tim terpidana yang harus dihukum karena tak mampu membayar hutang dan gaji pemain. Namun semua itu tak berarti, dan para pemain menunjukkan etos kerja yang luar biasa. Porto yang seharusnya berada di atas mereka, justru takluk dengan corak permainan yang luar biasa. Pertemuan dengan Dortmund akan membuktikan kalau kualitas mereka memang tak sekadar kebetulan saja.

Q : Ada kabar yang cukup negatif terkait sikap Anda. Manajer Chelsea, Rafael Benitez, menuduh anda menolak menjabat tangannya sebelum pertandingan melawan Chelsea di Old Trafford.

Sir Alex : Itu mutlak omong kosong. Mengapa saya tidak akan berjabat tangan? Pikirkan. Apakah anda pernah melihat saya tidak menjabat tangan siapa pun? Saya tidak pernah melihat dia. Saya sedang memberi tanda tangan dan ada orang India yang selalu ingin berjabat tangan sebelum pertandingan. Dia bilang hal itu memberikan keberuntungan untuk saya. Saya habis pikir mengapa Benitez berkata seperti itu. Jika dia ingin menjabat tangan saya, dia seharusnya berdiri di depan saya. Saya tidak tahu mengapa dia berkata seperti itu. Ketika pertandingan berakhir, dia berjalan ke lapangan dan saya menjabat tangan semua stafnya. Dua orang stafnya datang minum-minum setelah pertandingan dan tidak ada masalah. Saya tidak pernah tahu soal itu sampai saya mendapat kabar pada malam hari. (Tribunnews.com/deo/bud)

18 Mar, 2013


-
Source: http://www.tribunnews.com/2013/03/18/ferguson-mu-dan-arsenal-berpengalaman-city-dan-chelsea-tidak
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger