Home » » Ahok, Jakarta Tidak Takut Ditinggal 90 Perusahaan

Ahok, Jakarta Tidak Takut Ditinggal 90 Perusahaan

Written By Unknown on Monday, 18 March 2013 | 16:48

Memperjuangkan hak masyarakat Jakarta dan menjadikan Jakarta lebih manusiawi terus dilakukan oleh Jokowi-Ahok. Bahkan mereka tidak takut jika keinginan mereka tersebut membuat beberapa perusahaan akan keluar dari Jakarta. Tidak tanggung-tanggung ada 90 persen perusahaan yang berniat meninggalkan Jakarta.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok menanggapi rencana 90 perusahaan yang akan hengkang dari ibu kota. Ahok justru mempersilakan perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu untuk pergi jika tak bisa penuhi syarat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) DKI.

"Selalu kalau pergi maka ada yang datang lagi kok. Nanti biarkan Jakarta akan bermain di sektor bisnis yang mampu memelihara warga Jakarta agar di atas KHL. Yang tidak mampu ya silakan minggir. Jakarta bukan imperialis kok. Kita akan main di bisnis yang memang mampu. Kalau tidak mampu ya silakan di Jawa Tengah," tegas Ahok di ruangan kerjanya di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (19/3/2013).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menyatakan lonjakan UMP yang terasa drastis 40% hingga sebesar Rp 2,2 juta karena ulah pengusaha pada masa lalu. Maksud Ahok, di tahun-tahun silam pengusaha terus menekan upah buruhnya. Ketakutan bahwa UMP akan terus melonjak sebesar 2012-2013 disebut Ahok tidak beralasan.

"Berarti nanti 2013 ke 2014 juga naik 40 %? bukan itu dasarnya. Tergantung inflasi kita, tergantung KHL 2013 berapa. Itu kita proyeksikan untuk 2014. kalau inflasinya hanya dibawah 10%, berarti kenaikan di 2014 ya sekitar 10%, bukan 40% lagi, gitu lho," terang Ahok sambil merampungkan pekerjaan di meja kerjanya.

Lalu apakah Jakarta benar-benar dirugikan jika 90 perusahaan pergi? Ahok justru merasa beruntung. Soalnya, penduduk DKI yang berasal dari buruh lintas provinsi akan berkurang.

"Berarti orang Jawa Tengah yang ke Jakarta berkurang. Mereka biasanya untuk kerja buruh di bawah KHL. Ya jangan ke Jakarta karena kalau ke Jakarta, saya jadi sakit kepala juga. Kamu pasti sewa gubuk derita lagi," pungkas Ahok (detik.com).

Pernyataan Ahok di atas tentu sangat tepat jika pemerintah menjadi masyarakat adalah fokus utama kebijakannya. Penetapan UMP berdasarkan KHL sudah sepatutnya dilakukan. Jangan ada lagi UMP dibawah KHL. Karena hal itu hanya akan membuat masyarakat menderita.

Sebagai pengusaha memberi upah sesuai KHL adalah sebuah keharusan. Jika tidak sanggup maka perusahaan tersebut harus menyingkir dan mencari daerah yang memiliki UMP yang sesuai dengan neraca keuangan mereka. Tidak perlu memaksakan diri tetap di Jakarta tetapi menambah permasalahan di Jakarta.

Eksodus perusahaan yang tidak mampu memenuhi UMP Jakarta juga akan membuat Jakarta hanya dipenuhi oleh perusahaan yang sanggup memenuhi UMP. Hal ini akan berdampak positif dan mengurangi angka kemiskinan di Jakarta. Dampaknya juga akan mengurangi angka kriminalitas karena tuntutan perekonomian.

Setiap daerah harus berani seperti pemerintahan provinsi Jakarta. Jangan takut ditinggal perusahaan gara-gara mereka tidak sanggup membayar UMP sesuai KHL. Karena akan selalu ada perusahaan yang sanggup memenuhi UMP yang sesuai KHL. Hal ini juga akan membuat penyebaran dunia pekerjaan lebih merata ke daerah lain.

Prinsip utamanya jelas bahwa setiap daerah harus memperjuangkan KHL masyarakatnya. Jangan ada lagi perusahaan yang tetap berjalan tetapi tidak membayar pegawainya sesuai UMP. Karena hal itu akan membuat masyarakat harus menderita dan sulit untuk hidup sehat.

Teruskan perjuangkan menjadikan Jakarta lebih manusiawi dan membuat Jakarta menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali.

Salam.

Ganteng Ea 19 Mar, 2013


-
Source: http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/03/19/ahok-jakarta-tidak-takut-ditinggal-90-perusahaan-544012.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :
Related Articles


0 comments:

Post a Comment

 
Support : blogger.com | google.com | youtube.com
Copyright © 2013. Blogger Dalam Berita - All Rights Reserved
Template Created by google Published by google
Proudly powered by Blogger